SEBUAH PENELITIAN: SITUASI HIDUP MENGGEREJA PADA
KOMBAS EMANUEL III DAN TANGGAPAN KRITIS SECARA PASTORAL KATEKIS SERTA REPLEKSINYA,
EXPO-WAENA
O
L
E
H
NAMA : DAMIANUS YOGI
MATA KULIAH : KOMUNITAS BASIS GEREJAWI (KBG)
SKS : 2 SKS
SEMESTER/TAHUN : VII/2011
DOSEN : Dra. BERLINDA RENWARIN, M.Th

SEKOLAH TINGGI PASTORAL KATEKETIK ST.YOHANES RASUL JAYAPURA
PROGRAM STRATA SATU (S1)
Kompleks Taruna Bakti Waena-Yabansai Telp/Fax (0967) 571146
JAYAPURA-PAPUA-WAENA

KATA PENGANTAR
Sebelumnya kami panjatkan syukur kepada Yang Maha Kuasa, karena dengan berkat perlindungan-Nya maka, dapat menyelesaikan tulisan ini. Karena semua tindakan manusia disertai oleh-Nya. Entah dalam kegiatan yang kecil maupun yang besar baik yang positif maupun negatif. Dalam kami mempunyai pengalaman positif dan negatif dalam penelitian. Pengalaman Positif seperti, hal-hal yang membantu kami dalam kegiatan penelitian dan penyelesaian tulisan ini. Sedangkan hal-hal yang negatif adalah seperti pengalaman-pengalaman yang kurang menyenangkan kami, dalam penelitian dan pengerjaan hasilnya. Walaupun mengalami berbagai masalah, dalam penelitian kami bisa menyelesaikan dengan berkat pertolongan Tuhan dan Badan Penggerak KOMBAS EMANUEL III, Para Umat dan Dosen kami Mata Kuliah, Komunitas Basis Gerejawi (KBG), yaitu; Dra. Berlinda Renwarin, M.Th. Maka kami dapat menyelesaikan, “SITUASI UMUM HIDUP MENGGEREJA PADA KOMBAS EMANUEL III SERTA TANGGAPAN KRITIS SECARA PASTORAL KATEKIS REFLEKSI PENELITI DI EXPO-WAENA”. Sekali lagi, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada yang mengarahkan dan memotivasikan untuk mengadahkan penelitian dan menyelesaikan tulisan ini, terutama kepada dosen kami; Dra. Berlinda Renwarin, M.Th. Kami juga tidak lupa kepada para pembaca, semoga memberikan sorotan atau kritikan yang bersifat membangun demi pembangunan emosional dan spritual agar kami membangun sesuai sorotan dan kritikan. Demikianlah tulisan kami, atas perhatiannya diucapkan banyak terima kasih.
Jayapura (STPK-Waena),17 November 2011
PENULIS (PENELITI).

DAMIANUS YOGI
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR………………………………………………………………………………………iv
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………………………v
BAB I…………………………………………………………………………………………………………….
PENDAHULUAN…………………………………………………………………………………………….
A. LATAR BELAKANG…………………………………………………………………………….
B. TUJUAN……………………………………………………………………………………………….
C. METODE DAN BAHAN……………………………………………………………………….
C.1. Metode…………………………………………………………………………………………..
C.1.1. Wawancara (Interviw)…………………………………………………………………..
C.1.2. Observasi (Pengamatan)………………………………………………………………..
C.2. Bahan…………………………………………………………………………………………….
D. WAKTU DAN TEMPAT……………………………………………………………………….
D.1. Waktu…………………………………………………………………………………………..
D.2. Tempat………………………………………………………………………………………….
E. SISTEMATIKA PENULISAN………………………………………………………………..
BAB II…………………………………………………………………………………………………………
SITUASI HIDUP MENGGEREJA PADA KOMBAS EMANUEL III DAN TANGGAPAN KRITIS SECARA PASTORAL KATEKIS SERTA REFLEKSINYA, EXPO- WAENA…………………………………………………………………………………………
A. HIDUP MENGGEREJA……………………………………………………………………….
A.1. Communio…………………………………………………………………………………..
A.2. Liturgia……………………………………………………………………………………….
A.3. Kerygma……………………………………………………………………………………
A.4. Diakonia…………………………………………………………………………………….
A.5. Martyria……………………………………………………………………………………
B. JENIS-JENIS KEGIATAN MENGGEREJA…………………………………………..
C. JUMLAH KEPALA KELUARGA (KK)…………………………………………………..
D. KEADAAN EKONOMI UMAT……………………………………………………………..
E. TANTANGAN (MASALAH)…………………………………………………………………….
F. HUBUNGAN KERJA SAMA…………………………………………………………………
G. HARAPAN-HARAPAN UMAT………………………………………………………………
H. BADAN INTI PENGGERAK KOMBAS EMANUSEL III, Expo-Waena………………………………………………………………………………..
I. TANGGAPAN KRITIS PASTORAL KATEKESE………………………………….
J. REPLEKSI PENELITI…………………………………………………………
BAB III……………………………………………………………………………………………………………
PENUTUP……………………………………………………………………………………………………..
A. KESIMPULAN……………………………………………………………………………………..
B. SARAN………………………………………………………………………………………………….
B.1. Pastor Paroki………………………………………………………………………….
B.2. Badan Penggerak………………………………………………………………….
B.3.Umat……………………………………………………………………………………………..

SITUASI HIDUP MENGGEREJA PADA KOMBAS EMANUEL III DAN TANGGAPAN KRITIS SECARA PASTORAL KATEKIS SERTA REFLEKSINYA
EXPO-WAENA

BAB. I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Manusia adalah makhluk sosial. Makhluk sosial berarti makluk yang selalu berhubungan antara satu dengan yang lain (social relation). Dalam berelasi antara social, terjadi berbagai macam interaksi social. Baik interaksi yang bersifat positif maupun negatif. Tindakan negatif dan positif terjadi dimana-mana. Namun kami akan menjelaskan tindakan positif dan negatif yang terjadi di KOMBAS EMANUEL III, Waena-Expo. Terutama Tindakan yang terjadi dalam kehidupan menggereja, yaitu bagaimana menwujudkan Lima Bidang Tugas Gereja pada KOMBAS EMANUEL III. Lima Bidang Tugas Gereja itu adalah communion, liturgia, kerigma, diakonia dan martirya. Kami akan mengulas bagaimana perwujudan Lima Bidang Tugas Gereja dalam kehidupan menggereja pada KOMBAS EMANUEL III, karena KOMBAS merupakan dasar pembangunan dan pembinaan iman akan Allah Tritunggal. Sebelum menjelaskan perwujudan Lima Bidang Tugas Gereja, kami akan menjelaskan tujuan dari penelitian ini.
B. TUJUAN PENELITIAN
Setiap tindakan (aktivitas) manusia mempunyai tujuan tertentu. Demikian pula, penelitian ini mempunyai tujuan, yaitu;
1. Untuk mendapatkan nilai Ujian Tenggah Semester (UTS) pada Mata Kuliah Komunitas Basis Gerejawi (KBG).
2. Untuk mengetahui situasi perkembangan serta perwujudan kehidupan iman Umat akan keselamatan Yesus Kristus.
3. Untuk mengetahui tantangan (masalah) yang dihadapi oleh Umat KOMBAS EMANUEL III.
4. Untuk mengetahui bagaimana perwujudan Lima Bidang Tugas Gereja.
C. METODE DAN BAHAN
C.1. Metode:
C.1.1. Wawancara.
Wawancara (interviw), yaitu; wawncara bersama Badang Pengerak (Ketua KOMBAS EMANUEL III) dan empat orang Umat. Yaitu Ibu Ina (orang Papua), Ibu Ria (orang Jawa), Bapak Yusup (orang Papua) dan Bapak Hermanto (orang Jawa).
C.1.2. Pengamatan.
Pengamatan (observasi), yaitu; mengamati situasi secara umum KOMBAS EMANUEL III.
C.2. Bahan
Bahannya adalah:
 Alat Tulis
 Kitab Suci dan
 Buku Tulis.
 Komputer (Rental)
D. WAKTU DAN TEMPAT
D.1. Waktu
Penelitian kami berdasarkan dua metode, yaitu; interview dan observasi. Penelitian ini, kami meneliti selama empat hari. Pertama; pada hari kamis (22-09-2011, jam 03-06 sore) hanya interview. Kedua, pada hari selasa (18 oktober 2011) observasi dan ketiga; interview serta observasi dan ikut doa bersama, yaitu doa Rosario, pada hari jumat (21 oktober 2011, sore jam 03-06). Keempat; hanya observasi dan kelima; pada hari senin (31 oktober 2011, jam 04-06 sore) hanya observasi.
• kamis, tanggal 22-09-2011, jam 03-06 sore. Pada hari ini mengadakan kegiatan interview bersama Ketua KOMBAS dan dua orang Umat yaitu Ibu Ina (Orang Papua) dan Bapak Hermanto (Orang Jawa).
• Selasa, 18 oktober 2011, jam 05 sore sampai jam 09 malam. Pada hari in mengadakan interview, observasi dan ikut doa bersama yaitu doa Rosario. Pada sore malam ini mengadakan interview dengan para Umat. Terutama dengan (Ibu Ria dan bapak Yusup).
• Jumat, 21 oktober 2011, jam 03.030 sampai 06.00 sore. Pada hari ini hanya mengadahkan observasi.
• Senin, 31 oktober 2011, jam 03.00 sampai 06.00 sore. Pada hari ini hanya mengadakan observasi.
Jadi demikianlah hari, tanggal, bulan dan jam penelitian kami. Baik itu interview maupun observasi dan ikut serta dalam kegiatan menggereja mereka (ikut Doa Rosario) .
D.1.2. Tempat
Tempat penelitian adalah pada KOMBAS EMANUEL III, EXPO–WAENA.
E. SISTEMATIKA PENULISAN
BAB I PENDAHULUAN: Latar Belakang: isi apa itu alasan tertulisnya kaya tulis ini alasan penelitian. Tujuan: isinya tujuan-tujuan dari makalah ini dan penelitian. Sistematika Penulisan: isi sistematika dari tulisan ini. BAB II SITUASI UMUM KOMBAS EMANUEL III: Hidup Menggereja: isi tentang gambaran umun situasi hidup menggereja pada Kombas Emanuel III. Kegiatan-Kegiatan Gereja: isi tentang kegiatang-kegiatan hidup menggereja pada Kombas Emanuel III. Jumlah Kepala Keluarga: isinya keadaan jumlah Umat. Terutama Kepala Keluarga (KK) dan jumlah keaktifan Umat. Keadaan Ekonomi Umat: isi tentang keadaan ekonomi Umat pada Kombas Emanuel III. Tantangan Yang Mereka Hadapi: isi tentang tantangan-tantangan (masalah) yang dihadapi oleh Umat Kombas Emanuel III. Hubungan Kerja Sama: isinya tentang keadaan hubungan kerja sama antar Umat dengan Badan Penggerak pada Kombas dalam menjalani kegiatan hidup menggereja. Harapan-Harapan Umat: berisi harapan-harapan dari Umat kepada Badan Penggerak Kombas, Badan Penggerak kepada Umat dan Umat serta Badan Pengerak kepada Pastor Paroki. Badan Inti Penggerak Kombas Emanuel III: isi tentang susunan Badan Inti Penggerak Kombas Emanuel III. Tanggapang Kritis Terhadap Situasi Hidup Menggereja Secara Pastoral Katekese. BAB III PENUTUP: Kesimpulan: berisi rangkuman dari tulisan ini. Saran: isinya adalah saran-saran yang disampaikan oleh para Umat, Pengererak Kombas kepada Pastor Paroki, Penggerak kepada Umat dan Umat kepada Penggereka dan Pastor Paroki.

BAB II
SITUASI KEHIDUPAN MENGGEREJA PADA KOMBAS EMANUEL III DAN TANGGAPAN KRITIS SECARA PASTORAL KATEKIS SERTA REFLEKSINYA
A. HIDUP MENGGEREJA
KOMBAS EMANUEL III adalah salah satu KOMBAS yang sangat padat umat dan luas wilayanya. Walupun wilayahnya sangat luas, mereka tidak luput dari kegiatan Gereja yaitu; mewujudkan Lima Bidang Tugas Gereja (Communion, Kerigma, Liturgy, Martiria, dan Diakonia). Pelaksanaan hidup menggereja pada KOMBAS ini, kami akan menjelaskan bertolak dari hasil penelitian,yaitu sebagai berikut :
A.1. Communio
Bertolak dari hasil penelitian, KOMBAS ini, mempunyai sifat persatuan dan kesatuan (berserikat). Yaitu bersatu dan berkumpul untuk mengadakan kegiatan-kegiatan Gereja. Mereka mempunyai sifat persaudaraan dan persatuan sambil mewartakan Sabda Allah. Menerima sakramen pembaptisan. Karena Sakramen Pembaptisan adalah pintu dan dasar kehidupan Gereja. Ekaristi adalah sumber dan puncak seluruh kehidupan Kristiani. Persatuan dengan Tubuh Kristus dalam Ekaristi melambangkan dan mengerjakan atau membangun persatuan erat semua orang beriman dalam Tubuh Kristus, yaitu Gereja (1 kor,10,16-17). Bagi KOMBAS ini, menyadari pula bahwa, pewartaan Sabda Allah dan penerimaan Sakramen Pembaptisan merupakan pintu dasar persekutuan gerejani. Oleh sebab itu, mereka tidak luput dari kegiatan-kegiatan menggerejan, yaitu berkumpul untuk mengadakan ibadah keluarga, doa Rosario dan melaksanakan kegiatan-kegiatan pembangunan umat yang lain. Seperti kegiatan fisik dan pengumpulan dana (uang) serta bama (makanan). Uang dan Bama digunakan untuk membantu orang-orang yang kurang aktif dalam keterlibatan kegiatan perkumpulan (communio), agar mereka sadar dan berkumpul bersama mereka yang aktif serta membantu yang lemah akan ekonomi. Seperti yang disampaikan oleh ketua KOMBAS Emanuel III.
’’…………kami umat cukup banyak namun kurang bersekutu dalam kegiatan-kegiatan perkumpulan (kegiatan menggereja). Kurang bersatu dan aktif dalam menjalani kegiatan hidup menggereja namun kami mengaktifkan mereka dengan membantu uang dan bama bagi keluarga yang lemah. Dengan bantuan uang dan bama mereka menyadari dan berkumpul bersama kami dalam kegiatan-kegiatan hidup menggereja,………….’’.(Ketua Kombas Emanuel III).
Selaing yang disampaikan Ketua Kombas, hal ini juga disampaikan oleh Ibu Ina (umat), yaiu;
’’……terus terang saja, saya sendiri tidak pernah bersatu dalam kegiatan-kegiatan hidup menggereja karena banyak kegiatan di rumah dan tidak tahu kapan dan dimana akan berkumpul untuk mengadahkan kegiatan namun karena dari KOMBAS membantu meringgangkan beban hidup ekonomi akhirnya kami bersatu dan berkumpul bersama teman-teman untuk ikut kegiatan Gereja bersama,……….’’(umat ibu Ina).
Demikian pula berdasarkan observasi kami (selasa 18 oktober 2011), pada saat doa Rosario. Kurang aktif dan bersatu dalam kegiatan. Hanya sedikit yang berkumpul dan banyak yang tidak aktif. Walaupun banyak kegiatan dan pula banyak umat dalam kegiatan-kegiatan menggereja kurang aktif dan ada sikaf persatuan dalam menjalani kegiatan kegerejaan.
A.2. Liturgya
Umat KOMBAS EMANUEL III adalah Umat Kristiani. Sebagai Umat Kristiani, berhak melakukan ibadah-ibadah baik, doa keluarga maupun doa-doa, seperti doa Rosario, dan lain-lain. Ibadah diwajibkan bukan hanya yang dipimpin oleh seorang imam atau diakon, namun ibadah dilakukan oleh semua orang Kristiani pada umumnya (Fil; 2:17.30). Bertolak dari peryantaan ini, para umat menjadi pemimpin ibadah dalam ibadah-ibadah KOMBAS. Seperti, ibadah sabda, doa keluarga, doa syukuran dan doa Rosario. Seperti yang disampaikan oleh Ketua KOMBAS;
‘’………..kami umat biasa mengadahkan ibadah sabda, yaitu; doa keluarga, doa syukuran dan doa Rosario, dan lain-lain………’’(ketua KOMBAS).
Selaing yang disampaikan oleh Badan Penggerak, ada pula yang disampaikan oleh umat, yaitu;
’’………Kami sering dan selalu mengadahkan ibadah keluarga dan doa doa, seperti doa Rosario, doa syukuran,…….’’(Umat;Bapak Hermanto).
Berdasarkan penelitian kami, pada KOMBAS Emanuel III, ada banyak kegiatan ibadah dan doa. Seperti; ibadah keluarga, doa syukuran dan doa hari raya orang kudus. Seperti doa Rosario.
A.3. Kerigma
KOMBAS Emanuel III, selalu mewujudkan tindakan Yesus Kristus dalam kehidupan social mereka. perwujudan akan Keselamatan dan Kebangkitan Yesus Kristus serta menyatakan tindakan Allah dalam kehidupan mereka, yaitu pesan dasar yang menyatakan tindakan Allah yang menawarkan dan melaksanakan Karya Penyelamatan dalam Wafat dan Kebangkitan Yesus Kristus (Rom;16;25). Dalam KOMBAS Emanuel III, sering dan selalu pula mewujudkan karya keselamatan akan Allah dengan aksi sharing Kitab Suci untuk membantu menyumbangkan kebutuhan akan rohani kepada yang lema keimanan-Nya. Pengabaran pada Kombas ini bersifat katekese, seperti yang disampaikan oleh Penggerak Kombas (Ketua Kombas);
“……kami Badan Penggerak menjadi Presiden Liturgi dalam mengabarkan Firman akan Yesus Kristus dan sekaligus menjadi katekis…….”(Ketua Kombas).
Selaing yang disampaikan oleh Badan Penggerak, ada salah seorang Umat Kombas Emanuel III menyatahkan bahwa;
‘’…….Badan Penggerak kami menjadi pengabar sekaligus menjadi katekis pada KOMBAS kami ini……..”(Umat; Bapak Yusup).
A.4. Diakonia
Umat KOMBAS EMANUEL III adalah manusia. Dikatakan manusia”karena mempunyai kelemahan (tantangan). Baik itu, masalah ekonomi, social, agama, dan lain-lain. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut mereka mengadakan berbagai macam cara yaitu menjalankan, yaitu sumbangan, berupa uang dan bama. Uang dan bama untuk membantu keluarga yang lema akan ekonomi. Dalam hal ini, sangat mengherankan bagi orang lain, karena menjadi Umat Kristiani untuk menyelengarakan kebutuhan-kebutuhan Jemaat/Umat (Kis,6;1-6). Sumbangan ini, merupakan salah satu tindakan perwujudan pelayan (Diakonia) antara Umat dan Umat, Umat dan Penggerak Kombas dan sebaliknya. Kegiatan Diakonia yang dilaksanakan oleh Kombas ini, seperti yang disampaikan oleh Ketua Kombas;
“…………Kami mempunyai Kas Kombas. Kas ini digunakan untuk membantu orang sakit, orang miskin dan digunakan membiayai kegiatan-kegiatan ibadah maupun non ibadah. Selaing berupa kas (uang) kami juga membantu menyumbangkan bama (beras, supermi, garam, minyak, dan lain-lain) bagi umat kombas kami dan diluar dari kombas kami. Kas kami juga digunakan untuk meminjamkan bagi yang mambutuhkan namun peminjaman ini dikenakan bunga dan dilunasi pada waktu yang ditentukan……”(Ketua Kombas Emanuel III).
Salah satu umat pada Kombas Emanuel III menyampaikan kegiatan diakonia yang dilaksanakannya, yaitu bahwa;
“……Kami biasa menyumbangkan dana (uang) dan bama (makanan). Dana digunakan untuk Kas Kombas. Kas (uang) dan bama untuk membantu keluarga yang lemah akan ekonomi serta sebagai Kas Kombas………..”(Umat; Ibu Ria).
Kegiatan diakonia pada KOMBAS Emanuel III, sangat aktif. Yaitu melayani membantu orang yang lemah akan ekonomi. Baik itu uang maupun bama (makanan). Kombas ini mempunyai Kas untuk membiayai kegiatan-kegiatan kegerejaan, membantu dan meminjamkan umat yang membutuhkannya.
A.5. Martyria
Dalam Kombas ini, tidak ada orang yang mewujudkan Martyria, yaitu menyaksikan akan Kerajaan Allah. Martyria merupakan keseriusan kesaksian mereka karena iman dan cinta akan Yesus Kristus. Dan hal ini juga disampaikan dalam Kitab Suci, yaitu; orang-orang Kristiani yang memberikan kesaksian tentang kebenaran (Luk, 24:48). Dalam Gereja Katolik ada Lima Bidang Tugas Gereja (communion, diakonia, kerygma, liturgy dan martyria). Namun pada Kombas Emanuel III ini, aktif atau sedang dan sudah terwujud hanya empat Bidang Tugas Gereja yaitu; communio, diakonia, kerygma dan liturgy. Namun salah satu Bidang Tugas Gereja (martyria) ini tidak ada yang mewujudkannya. Hal ini juga disampaikan oleh Ketua Kombas Emanuel III, yaitu;
”……..ada Lima Bidang Tugas Gereja dalam Agama Katolik namun hanya empat yang aktif atau sedang dan sering mewujudkannya pada Kombas kami. Yang tidak aktif hanya martyria yaitu kesaksian akan yesus kristus (menyerahkan nyawanya demi orang lain)……. (Ketua Kombas).
Dan berdasarkan penelitian kami, bidang martyria tidak ada yang mewujudkannya pada KOMBAS Emanuel III, yaitu menyerahkan dirinya (nyawa) demi orang lain. Demikianlah penjelasan perwujudan Lima Bidang Tugas Gereja. Terutama pada KOMBAS Emanuel III di Waena-Expo. Berikutnya kami akan menjelaskan jenis-jenis kegiatan menggereja.
B. JENIS-JENIS KEGIATAN MENGGEREJA.
Dalam suatu kelompok social masyarakat, pasti mempunyai kegiatan-kegiatan tertentu. Kombas Emanuel III juga merupakan suatu Kelompok Social Gereja (KSG). Kelompok Social Gereja ini (Kombas Emanuel) mempunyai jenis-jenis kegiatan hidup menggereja, yaitu; ada beberapa kegiatan dalam perwujudan akan Lima Bidang Tugas Gereja pada KOMBAS EMANUEL III. Seperti yang diungkapkan oleh Ketua Kombas:
“………Ibadah: ada dua ibadah yang dilaksanakan pada Kombas Emanuel III yaitu; Ibadah Sabdah dan Ibadah Perayaan Ekaristi. Ibadah sabdah dirayakan pada Kombas sendiri, yang dipimpin oleh Badan Penggerak Kombas dan umat-umatnya. Sedangkan perayaan ekaristi dilaksanakan di Paroki dari Kombas Emanuel III, yaitu Paroki Terang Dunia-Keuskupan Jayapura. Doa-doa: dalam Kombas Emanuel III ini ada beberapa doa yaitu; doa Rosario dan doa syukuran (hari ulang tahun, wisuda, penguburan orang meninggal, dan lain-lain.). Aksi nyata: pada kombas ini ada salah satu kegiatan aksi nyata yaitu; pengumpulan bama dan uang untuk membantu keluarga yang ekonominya lema (miskin). Uang sebagian dijadikan sebagai Kas Kombas. Kas Kombas ini digunakan untuk melengkapi kebutuhan ekonomi bagi keluarga yang lemah dan melengkapi kekurangan –kekuragan dalam kombas (materil)…….. (Ketua Kombas).
C. JUMLAH KEPALA KELUARGA (KK).
Pada Kombas ini, banyak jumlah Umat Katolik, dibandingkan dengan Kombas yang lain. Jumlah kira-kira 200 orang. Namun yang terdaftar, hanya 50 Kepala Keluarga (KK). Dari 50 Kepala Keluarga ini, yang aktif (mewujudkan Lima Tugas Gereja) hanya, 30 Kepala Keluarga (KK). Dan dari 30 Kepala Keluarga ini, yang paling aktif dalam perwujudan lima tugas Gereja hanya 15-20 Kepala Keluarga. 15-20 orang yang aktif adalah lebih banyak Ibu-Ibu dan Bapak-Bapak 5-10 orang. Jadi jumlah Kepala Keluarga yang terdaftar pada Kombas ini adalah 50 orang dan yang aktif dalam perwujudan lima tugas Gereja adalah hanya 30 orang Kepala Keluarga (KK). Dan jumlah Kepala Keluarga (KK) ini disampaikan oleh Ketua Kombas, yaitu;
“……….Jumlah umat katolik pada Kombas Emanuel III kira-kira 200 orang lebih, namun yang terdaftar 50 orang. Dari 50 orang 30 Kepala Keluarga (KK), yang paling aktif 15-20 Kepala Keluarga. 15-20 Kepala Keluarga ini yang aktif hanya ibu-ibu……..”(Ketua Kombas).
Dan Kombas ini banyak jumlahnya umat katolik dibandingkan dengan Kombas yang lain di Paroki Terang Kristus-Waena.
D. KEADAAN EKONOMI UMAT.
Tentu saja bahwa semua manusia mempunyai perbadaan ekonomi. Demikian pula, perbedaan ekonomi Umat Kombas EMANUEL III. Perbedaan kebutuhan ekonomi keluarga ini disampaikan oleh Ketua Kombas.
”……….ekonomi umat kami berbeda ada yang; Pegawai negeri sipil (PNS): pada pegawai negeri sipil ini mempunyai perbedaan golongan (kepangkatan), yaitu ada yang golongan II, III, IV dan ada yang kepala-kepala bagian (KABAG.) pemerintahan propinsi papua, kabupaten jayapura dan keroom. Pengusaha: pedagang, petani, nelayan…….. (Ketua Kombas).
E. TANTANGAN (MASALAH) YANG MEREKA HADAPI\
Setiap manusia mempunyai masalah (tantangan) dalam kehidupan manusia. Baik pribadi maupun kelompok. Umat Kombas Emanuel III adalah manusia dan tidak luput dari masalah (tantangan). Seperti masalah-masalah dibawah ini. Masalah-masalah ini disampaikan oleh Ketua Kombas Emanuel III:
“…………Masalah Ekonomi: selaku manusia membutuhkan makan minum, dan dengan ekonomi, dan dengan ekonomi mereka menjadi salah satu tantangan hidup akan kegiatan sehari-hari maupun hidup menggereja. Konflik social: dalam hidup komunitas paling mempunyai suatu masalah baik itu masalah keluarga dengan maupun antara social, diferensiasi antar ras, dan lain-lain. Masalah Agama: yang menjadi tantangan bagi mereka dalam hidup menggereja adalah tidak saling menghargai antara umat dengan umat, kurang aktif dalam kegiatan ibadah, tidak aktif dalam kegiatan Gereja……“(Ketua Kombas).
Selaing yang disampaikan oleh Ketua Kombas, bertolak dari observasi kami, umat Kombas Emanuel III mengalami masalah dan tantangan yang begitu banyak. Terutama dalam keaktifan hidup menggereja. Salah satu contoh adalah pada hari senin tanggal 22 oktober 2011. pada hari ini, saya ikut serta dalam ibadah doa rosario dan kurang ada ketifan umat. Yang hadir hanya 15 orang dalam ibadah doa rosario pada hari ini.
F. HUBUNGAN KERJA SAMA
Dalam kehidupan sosial mempunyai hubungan kerja tertentu (cooperative of social). Baik antara pribadi dengan pribadi, pribadi dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok dan sebaliknya. Kombas Emanuel III juga mempunyai hubungan kerja. Terutama hubungan kerja dalam kehidupan hidup menggereja. Hubungan kerja antara Badan Penggerak KOMBAS EMANUEL III sangat baik. Namun antara umat dengan Umat sangat minim (kurang aktif ). Hubungan antara Umat dengan Badan Penggerak kurang ada berelasi. Keadaan hubungan kerja pada Kombas Emanuel III ini disampaikan oleh Ketua Kombas Emanuel III. Seperti dibawah ini:
“………ya kami di Kombas EmanuelIII mempunyai kerja sama yang baik namun kurang aktif. Yaitu antar Umat dan Badan Penggerak Kombas…..“(Ketua Kombas).
Hubungam kerja yang kurang aktif, diakibatkan oleh tempat tinggalnya berjauhan dan kurang adanya kerja sama antara Umat dan Penggerak KOMBAS.
G. HARAPAN-HARAPAN UMAT
Ada beberapa harapan pada Kombas Emanuel III dari Penggerak Kombas kepada Umat, Umat kepada para Penggerak dan Umat serta Penggerak kepada Pastor Paroki. Harapan-harapan tersebut adalah:
• Semoga semua Umat bisa mengaktifkan kembali dalam kegiatan Gereja (harapan Penggerak Kombas kepada Umat).
• Menjaling kembali hubungan kerja sama antara Umat dan Penggerak (dari Pengerak Kombas dan Umat sendiri).
• Kami mengharapakan semoga Pastor Paroki. Bisa menggantikan nama EMANUEL III ini dengan nama Santo Dan Santa (harapan dari Umat dan Penggerak Kombas ).
• Umat mengharapkan Pastor Paroki memberkati Orang Dewasa seperti Anak Sekolah Minggu (harapan dari Umat dan Penggerak Kombas kepada Pastor Paroki).
H. BADAN INTI PENGGEREK KOBAS EMANUEL III
Dalam suatu kelompok atau organisasi mempunyai suatu hirarkis. Demikian pula Kombas Emanuel III adalah suatu Kelompok Sosial Gereja (KSG) dimana tempat pembinaan akan Yesus Kristus. Maka daftar nama-nama Badan Inti Kombas Emanuel III adalah sebagai berikut:
• Ketua : Pit Maturbongs
• Sektertaris dan Bendahara ( rangkap dua tugas) : Anton Matorbongs.
I. TANGGAPAN KRITIS TERHADAP SECARA PASTORAL KATEKESE
Sesuai dengan hidup menggereja di KOMBAS EMANUEL III, ada banyak tantangan yang mereka hadapi. Baik itu para Umat maupun para Penggeraknya.Wajar sebagai manusia, namun hal ini musti menyadari bahwa tugas utama kita sebagai Umat Kristiani adalah saling melayani antar sesama manusia. Karena Yesus mengutus kepada domba-domba yang hilang (Matius,10;6;15 dan Lukas, 15:3-7). Pengutusan ini menangani pelayanan-pelayanan tertentu seperti membina iman. Dalam hal ini Kristus menyampaikan kepada kita semua, baik Umat, Penggerak KOMBAS maupun Pastor Paroki dan bagi siapa saja. Karena pengutusan Kristus sebagai Gembala merupaka tugas utama sebagai Umat Kristini sesuai dengan cita-cita, guna membangun kehidupan menggereja dan pelayanan dalam kehidupan menuju Kerajaan Allah bertolak dari perwujudan Lima Bidang Tugas Gereja.
J. REFLEKSI PENELITI
Kombas Emanuel III merupakan salah satu Kombas yang berada di Paroki Terang Kristus. Kombas ini bisa dikatakan bahwa, kombas yang sedang maju. Namun tidak dapat dikatakan sedang maju dari segi lain dapat dikatakan maju. Mengapa sedang maju ? dan mengapa maju ?
Sedang maju karena kurang aktif akan kegiatan-kegiatan hidup menggereja dan kurang ada kerja sama yang baik, antara Umat dan Penggerak serta tidak pernah kunjungan dari luar Kombas ini (terutama Pastor Paroki). Kombas ini juga bisa dikatakan maju karena; luas wilaya dan banyaknya jumlah Umat dan kegiatan-kegiatan hidup menggereja sangat memuaskan seperti (Ibadah, Doa dan mempunyai Kas). Kas untuk membantu Umat yang mengalami masalah. Selaing keadaan Umat, peneliti sendiri mengalami beberapa masalah. Baik masalah yang bersifat negative (tantangan) dan yang positif (yang dapat membantu/menguntungkan).
Yang bersifat negatif, seperti;
Dalam penelitian ada beberapa Umat yang mengaku diri bahwa beragama Prostestan, namun pada saat ikut Doa Rosario, Umat yang bersangkutan ada.
Ada Umat katolik yang mengenal alamat Badan Penggerak Kombas namun mereka menyatakan tidak tahu (namun Umat yang bersangkutan tidak jauh dari rumah Ketua Kombas).
Dalam penelitian (lima kali) jalan kaki dari Perumnas III (Asrama Paniai) menuju ke Expo-Waena (Perumnas I).
Dalam pengumpulan data pada hari yang pertama mengalami kekurangan dan kami mengadahkan penelitian selama empat kali (observasi dan interview).
Adapula hal-hal yang dapat membantu kami peneliti, yaitu;
Dapat mengenal keadaan hidup menggereja. Baik itu tantangan maupun keaktifan dalam kegiatan hidup menggereja.
Kami sebagai seorang Katekis (Petugas Pastoral) sangat dapat membantu sebagai suatu bahan dalam pengembangan, perwujudan, pembinaan, pewartaan dan pendidikan akan Allah Tritunggal serta pendidikan moral yang tidak terlepas dari ajaran Kristiani. Maka demikianlah penjelasan refleksi kami peneliti. Dan selanjutnya kami membahas BAB PENUTUP.

BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Bertolak dari situasi kehidupan, hidup menggereja, KOMBAS EMANUEL III adalah salah satu KOMBAS yang maju akan kegiatan pembangunan keimanan. Namun dalam pembangunan iman mereka mempunyai banyak masalah. Masalah-masalah ini diakibatkan oleh berbagai masalah ekonomi keluarga dan berjauhan tempat tinggal antara para umat. Dengan kedua masalah ini menjadi suatu tantangan dalam kehidupan menggereja. Tantangan tersebut pula, karena kurang kesadaran pribadi umat membuat kurang akan perwujudan kegiatan rohani. Maka peneliti mengharapkan agar bisa menjauhkan (godaan) tantangan dan menyadarkan diri terhadap kegiatan hidup menggereja dalam kegiatan KOMBAS. Karena KOMBAS merupakan pusat kemajuan hidup rohani dan pusat perwujudan Lima Bidang Tugas Gereja.
B. SARAN
B.1. Pastor Paroki
Kami mengharapkan dengan rendah diri kepada Pastor Paroki agar bisa :
• Mengunjungi Umat KOMBAS EMANUEL III, semoga dengan kehadiran / kunjungan Pastor Paroki dapat membangun iman akan Yesus Kristus.
• Para umat sangat membutuhkan pemberkatan dari Pastor Paroki, sama seperti anak-anak Sekolah Minggu.
• Para umat mengharapakan kepada Pastor Paroki untuk menggantikan nama KOMBAS EMANUEL III, dengan nama Santa dan Santo (Orang Kudus).
B.2. BADAN PENGGERAK
Kami dari penulis menyarankan kepada para Penggerak Kombas Emanuel III, ”semoga meningkatkan semangat kerja yang sudah berlaku dan mempertahankan serta membangkitkan semangatnya”.
B.3. Umat
Ada beberapa saran kepada Umat KOMBAS EMANUEL III, yaitu ;
• Mengaktifkan diri kepada kegiatan kegerejaan (Ibadah KOMBAS/Keluarga dan doa-doa)
• Saling menghargai, mendengarkan dan menghormati akan perintah untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam hidup menggereja maupun social.
• Umat harus menjalin hubungan dengan seiman maupun dengan yang berbeda.

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.